Skip to main content

Cara Menghitung Pesangon

Cara Menghitung Pesangon

Saat berakhirnya masa kerja seorang karyawan atau terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), perusahaan wajib menyerahkan sejumlah uang pesangon kepada karyawan. Besaran uang pesangon yang diberikan ditentukan berdasarkan masa kerja karyawan. Selain uang pesangon, ada pula uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak termasuk jenis pemberian uang bagi karyawan yang terkena PHK.

Tak jarang, banyak perselisihan yang terjadi antara karyawan dan perusahaan karena perbedaan pendapatan pesangon. Sehingga dapat menimbulkan terjadinya demonstrasi oleh karyawan yang PHK atau resign.

Jangan khawatir bahwa Anda tidak mendapatkan uang pesangon ini, karena semua ketentuannya diatur menurut UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Adapun 3 cara menghitung pesangon karyawan adalah sebagai berikut:

1. Cek tabel rumus perhitungan hak pesangon

Pastikan jenis PHK-nya untuk menemukan rumusan perhitungan haknya. Setiap jenis PHK memiliki perhitungan yang berbeda-beda.

2. Cek tabel hak sesuai masa kerja

Yang menjadi patokan utama adalah masa kerja karyawan ditentukan berdasarkan:

a) Uang Pesangon karyawan diatur dalam Pasal 156 Ayat (2), yaitu:

  • Masa kerja < 1 tahun mendapatkan 1 bulan upah;
  • Masa kerja > 1 tahun maksimal 2 tahun, 2 bulan upah;
  • Masa kerja > 2 tahun maksimal 3 tahun, 3 bulan upah;
  • Masa kerja > 3 tahun maksimal 4 tahun, 4 bulan upah;
  • Masa kerja > 4 tahun maksimal 5 tahun, 5 bulan upah;
  • Masa kerja > 5 tahun maksimal 6 tahun, 6 bulan upah;
  • Masa kerja > 6 tahun maksimal 7 tahun, 7 bulan upah;
  • Masa kerja > 7 tahun maksimal 8 tahun : 8 bulan upah;
  • Masa kerja > 8 tahun mendapatkan 9 bulan upah.

Dalam hal ini, upah tetap terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap, seperti tunjangan makan, transportasi, dan kesehatan.

b) Uang Penghargaan Masa Kerja

Apabila Anda telah bekerja minimal tiga tahun di perusahaan dengan gaji bulanan, lalu terkena PHK, maka Anda mendapatkan uang penghargaan masa kerja (UPMK) sebagai bentuk penghargaan. Perhitungan UPMK diatur dalam Pasal 156 Ayat (3), yaitu:

  • Masa kerja > 3 tahun maksimal 6 tahun, 2 bulan upah;
  • Masa kerja > 6 tahun maksimal 9 tahun, 3 bulan upah;
  • Masa kerja > 9 tahun maksimal 12 tahun, 4 bulan upah;
  • Masa kerja > 12 tahun maksimal 15 tahun, 5 bulan upah;
  • Masa kerja > 15 tahun maksimal 18 tahun, 6 bulan upah;
  • Masa kerja > 18 tahun maksimal 21 tahun, 7 bulan upah;
  • Masa kerja > 21 tahun maksimal 24 tahun, 8 bulan upah;
  • Masa kerja > 24 tahun mendapatkan 10 bulan upah.

c) Uang Penggantian Hak (UPH)

Dalam Pasal 156 Ayat (4), ada 4 jenis uang penggantian hak yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawan terkena PHK, yaitu:

  • Sisa cuti tahunan yang belum diambil yang bisa diuangkan. Cuti tahunan dapat dihitung dengan cara: (jumlah hak cuti proporsional yang belum diambil : jumlah hari kerja dalam 1 bulan) x upah tetap dalam 1 bulan
  • Biaya pemulangan pekerja yang ingin pindah ke kota lain untuk bekerja
  • Biaya penggantian perumahan serta pengobatan kesehatan yang ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon dan UPMK
  • Hal lain yang telah disepakati pada kontrak kerja dan peraturan perusahaan

3. Hitung total hak pesangon

Selama bekerja di PT X, Rudi mendapatkan gaji pokok Rp 3,5 juta/bulan, dengan tunjangan tetap sebesar Rp 1 juta/bulan. Setelah melewati masa kerja selama 4 tahun 7 bulan, dia mengalami PHK pada 10 September. Hak cuti tahunan yang telah diambil sebanyak 4 hari dari 12 hari per tahun. Berapa kewajiban yang harus diterima Rudi?

  • Upah yang diperoleh sebesar = Gaji pokok + tunjangan tetap

= 3.500.000 + 1.000.000

= 4.500.000

  • Uang pesangon dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan (5 bulan upah)

= 5 x 4.500.000

= 22.500.000

  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan (2 bulan upah)

= 2 x 4.500.000

= 9.000.000

  • Uang Penggantian Hak (UPH)

- Hak Cuti = ((Hak cuti Jan s/d Sep) – 4 hari / 25 hari) x 4.500.000

= (9 – 4) / 25 x 4.500.000

= 900.000

- Hak Perumahan dan Pengobatan

= 15% x (22.500.000 + 9.000.000)

= 4.725.000

Jadi, jumlah kewajiban perusahaan yang harus diterima Rudi adalah:

= Uang Pesangon + UPMK + UPH

= 22.500.000 + 9.000.000 + (900.000 + 4.725.000)

= Rp 37.125.000

Pemberian pesangon ini sangat berisiko bagi perusahaan, maka tentunya perusahaan harus secara teliti dalam menghitung pesangon untuk menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan konflik antara karyawan dan perusahaan.

Demikian informasi mengenai cara menghitung pesangon karyawan sesuai UU Ketenagakerjaan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Comments

Popular posts from this blog

Cantik-cantik Badannya Kekar

Cantik-cantik Badannya Kekar -  Seorang gadis asal Rusia bernama Julia Vins mungkin saja mempunyai muka secantik Barbie. Tetapi setelah dilihat lebih jeli, wanita 18 tahun itu bisa bikin kaum pria iri. Pasalnya, Julia mempunyai tubuh yang sangat kekar bahkan juga seperti tokoh komik Marvel bernama Hulk. Beberapa orang bahkan juga menyebutkan Julia juga sebagai “Barbie Berotot”. Gadis berumur 18 tahun ini mempunyai mata besar dengan warna hijau. Berwajah juga semulus porselen seperti boneka barbie yang senantiasa diidam-idamkan beberapa wanita. Meski demikian, Julia Vins mempunyai otot yang luar biasa kekar. “Orang-orang mengetahui saya juga sebagai barbie berotot. Saya menyenanginya karena saya mempunyai mata cantik yang besar serta memakai make up. Tetapi, di saat yang sama, saya juga kuat, ” tuturnya Karena kecantikan serta kekuatannya ini, Julia mengakui banyak pria yang mengkritiknya. Tetapi ia enjoy hadapi hal itu. “Semua orang mempunyai opini perihal penampila...

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan -  Manusia dengan karakter sombongnya kadang-kadang melupakan siapa penciptanya, bahkan juga lebih kronis menyombongkan diri serta mengejek tuhan, manusia terang tak ada apa-apanya dimata tuhan. 7 orang berikut ini adalah misal riil bagaimanakah kuasa tuhan atas semua alam semesta serta berisi. 7 orang yang tewas lantaran mengejek Tuhan : 1. John Lennon (Personil The Beatle) Waktu interview dengan American Magazine, ia berkata “Kekristenan bakal selesai serta hilang. Saya tak perlu menuturkannya. Yesus sih ok, tetapi pengajaran-Nya terlampau simpel. Hari ini kami tambah lebih tenar dari-Nya. ” (1966). Sesudah menyampaikan hal semacam itu, John tewas ditembak penggemarnya. 2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)  Pada saat kampanye, ia berkata apabila memperoleh 500. 000 nada dari anggota partainya, jadi tak ada yang bisa mendepaknya dari posisi kepresidenan, bahkan juga Tuhan sendiri. Ia memperoleh kian lebih...

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia -  Indonesia yaitu negara yang demikian besar. Di negerimu terkasih ini, ada sangat banyak beberapa orang dengan bermacam suku bangsa serta budaya. Tidak cuma itu, ketidaksamaan budaya juga diimbangi dengan ketidaksamaan kepercayaan dan kebiasaan. Hebatnya, masyarakat Indonesia ingin bertahan dengan semua ketidaksamaan itu serta terus hidup rukun berdampingan. Dari kebiasaan yang bermacam, munculah bermacam mitos atau keyakinan yang diwariskan dengan cara turun-menurun di Indonesia. Meski mungkin saja belum semuanya dapat dibuktikan benar, kenyataannya mitos-mitos itu terus dipercaya serta diakui beberapa orang. Tetapi ada lho mitos-mitos yang condong aneh, tidak yakin?. Cari info bareng-bareng yuk! Inilah 7 Mitos Paling Aneh Di Indonesia : 1. Menyapu Bersih Agar Suami Tidak Brewok  Salah satu pekerjaan yang perlu dikerjakan nyaris tiap-tiap anak wanita di Indonesia yaitu menyapu rumah. Tetapi ada saatnya sebagian anak wanita menge...