Skip to main content

Kebiasaan Kantor Unik di Berbagai Negara: Inemuri di Jepang, Fika di Swedia, Siesta di Spanyol

Di Indonesia, kalau ada karyawan ketiduran di ruang rapat, kemungkinan besar ia bakal ditegur atau jadi bahan ledekan satu kantor. Tapi di Jepang, tidur sebentar di tempat kerja justru bisa dianggap tanda kamu pekerja keras. Lain negara, lain pula kebiasaan kantornya!

Yuk, keliling dunia sebentar dan lihat kebiasaan kantor paling unik di berbagai negara. Siapa tahu ada yang ingin kamu usulkan ke atasan.

Inemuri di Jepang: Tidur di Kantor Itu Tanda Rajin?

Inemuri secara harfiah berarti "hadir sambil tidur". Istilah ini merujuk pada kebiasaan tidur sebentar di tempat umum, misalnya di kereta, di ruang rapat, atau di meja kerja, tanpa benar-benar meninggalkan aktivitas.

Antropolog Brigitte Steger dari University of Cambridge, yang meneliti kebiasaan ini selama bertahun-tahun, menjelaskan bahwa dalam budaya kerja Jepang, inemuri sering ditoleransi karena dianggap sebagai tanda seseorang sudah bekerja sangat keras sampai kelelahan. Tapi ada aturannya: posisi tubuh harus tetap sopan, misalnya duduk tegak, dan kamu harus siap "kembali" kapan saja kalau dibutuhkan.

Di balik kebiasaan ini, Jepang juga dikenal dengan jam kerja panjang. Bahkan ada istilah karoshi, yang berarti kematian akibat kerja berlebihan. Karena itu, pemerintah Jepang dan banyak perusahaan sekarang berusaha mendorong jam kerja yang lebih seimbang, misalnya lewat kampanye "Premium Friday" sejak 2017 yang mengajak karyawan pulang lebih awal pada Jumat terakhir setiap bulan.

Fika di Swedia: Rehat Kopi yang "Wajib"

Kalau orang Swedia mengajakmu fika, artinya kamu diajak rehat sejenak sambil minum kopi dan makan kue, biasanya roti kayu manis yang disebut kanelbulle. Fika bukan sekadar ngopi; ini momen untuk mengobrol santai dengan rekan kerja, termasuk dengan atasan.

Kemasan kopi Swedia bertema fika dengan secangkir kopi dan kue
Fika, tradisi rehat kopi khas Swedia, sampai punya produk kopi khusus. Foto: Ypsilon from Finland, CC0, via Wikimedia Commons

Di banyak kantor Swedia, fika dilakukan pada jam tertentu, misalnya pagi menjelang siang dan sore hari. Banyak orang percaya kebiasaan ini justru membuat tim lebih kompak dan ide-ide baru lebih mudah muncul. Saking cintanya pada roti kayu manis, Swedia bahkan punya Hari Kanelbulle setiap 4 Oktober.

Siesta di Spanyol: Istirahat Siang yang Panjang

Siesta adalah tradisi istirahat panjang di siang hari, yang di Spanyol dulu sering berarti pulang ke rumah untuk makan siang bersama keluarga dan tidur sebentar. Di beberapa kota kecil, toko-toko masih tutup sekitar pukul dua sampai lima sore, lalu buka lagi sampai malam.

Namun kenyataannya sekarang, tidak banyak pekerja kantoran di kota besar Spanyol yang benar-benar tidur siang. Yang masih terasa adalah jadwal hariannya: makan siang sekitar pukul dua siang dan makan malam sekitar pukul sembilan atau sepuluh malam. Salah satu penyebab yang sering dibahas adalah zona waktu: sejak 1940, Spanyol memakai zona waktu Eropa Tengah, padahal secara geografis lebih dekat dengan zona waktu Inggris dan Portugal. Akibatnya, jam di Spanyol terasa "lebih maju" dibanding posisi matahari.

Prancis: Hak untuk Tidak Membalas Email Kantor

Pernah dapat chat dari atasan jam sebelas malam? Di Prancis, ada aturan yang disebut droit à la déconnexion atau hak untuk memutus koneksi. Sejak 1 Januari 2017, perusahaan di Prancis dengan 50 karyawan atau lebih wajib menyusun aturan bersama karyawan tentang penggunaan email dan pesan kerja di luar jam kerja. Tujuannya supaya pekerja punya waktu istirahat yang benar-benar bebas dari urusan kantor.

Jerman: Feierabend dan Server Email yang "Tidur"

Orang Jerman punya kata khusus untuk waktu setelah jam kerja selesai: Feierabend. Waktu ini dianggap sakral untuk keluarga dan diri sendiri. Contoh yang sering dikutip adalah Volkswagen, yang sejak 2011 menghentikan pengiriman email ke ponsel kantor sebagian karyawannya setelah jam kerja usai, lalu menyalakannya lagi menjelang jam kerja berikutnya.

Belanda: Kerja Paruh Waktu Itu Hal Biasa

Belanda dikenal sebagai salah satu negara dengan persentase pekerja paruh waktu tertinggi di Eropa. Banyak orang di sana, baik pria maupun wanita, memilih bekerja empat hari seminggu atau kurang, supaya punya lebih banyak waktu untuk keluarga dan hobi. Di sana, hal itu dianggap wajar, bukan tanda kurang serius bekerja.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia juga punya aturan jam kerja dan istirahat yang diatur undang-undang. Beberapa poin penting yang perlu diketahui pekerja:

  • Jam kerja normal adalah 40 jam per minggu: 7 jam sehari untuk 6 hari kerja, atau 8 jam sehari untuk 5 hari kerja.
  • Istirahat paling sedikit setengah jam setelah bekerja 4 jam berturut-turut.
  • Lembur dibatasi maksimal 4 jam sehari dan 18 jam seminggu, dan harus dibayar dengan upah lembur.
  • Cuti tahunan paling sedikit 12 hari kerja setelah bekerja 12 bulan berturut-turut.

Kita memang belum punya tradisi fika atau siesta resmi, tapi ada budaya "ngopi dulu" dan istirahat salat Jumat yang lebih panjang. Yang penting, waktu istirahat dan lembur tercatat dengan benar, supaya hak karyawan terpenuhi dan gaji dihitung adil. Banyak perusahaan sekarang memakai aplikasi HR dan penggajian seperti PayrollBozz untuk mencatat jam kerja dan lembur secara otomatis.

Kesimpulannya?

Setiap negara punya cara sendiri menyeimbangkan kerja dan istirahat. Jepang dengan inemuri, Swedia dengan fika, Spanyol dengan siesta, Prancis dan Jerman dengan batas tegas antara jam kerja dan waktu pribadi. Mungkin tidak semuanya cocok untuk kita, tapi ada satu pelajaran yang sama: karyawan yang cukup istirahat biasanya bekerja lebih baik.

Kalau boleh memilih, kebiasaan kantor dari negara mana yang paling ingin kamu bawa ke kantormu? Tulis jawabanmu di kolom komentar!

Sumber: Wikipedia: Inemuri, Wikipedia: Fika, Wikipedia: Siesta, Wikipedia: Right to disconnect.

Comments

Popular posts from this blog

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan -  Manusia dengan karakter sombongnya kadang-kadang melupakan siapa penciptanya, bahkan juga lebih kronis menyombongkan diri serta mengejek tuhan, manusia terang tak ada apa-apanya dimata tuhan. 7 orang berikut ini adalah misal riil bagaimanakah kuasa tuhan atas semua alam semesta serta berisi. 7 orang yang tewas lantaran mengejek Tuhan : 1. John Lennon (Personil The Beatle) Waktu interview dengan American Magazine, ia berkata “Kekristenan bakal selesai serta hilang. Saya tak perlu menuturkannya. Yesus sih ok, tetapi pengajaran-Nya terlampau simpel. Hari ini kami tambah lebih tenar dari-Nya. ” (1966). Sesudah menyampaikan hal semacam itu, John tewas ditembak penggemarnya. 2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)  Pada saat kampanye, ia berkata apabila memperoleh 500. 000 nada dari anggota partainya, jadi tak ada yang bisa mendepaknya dari posisi kepresidenan, bahkan juga Tuhan sendiri. Ia memperoleh kian lebih...

Cantik-cantik Badannya Kekar

Cantik-cantik Badannya Kekar -  Seorang gadis asal Rusia bernama Julia Vins mungkin saja mempunyai muka secantik Barbie. Tetapi setelah dilihat lebih jeli, wanita 18 tahun itu bisa bikin kaum pria iri. Pasalnya, Julia mempunyai tubuh yang sangat kekar bahkan juga seperti tokoh komik Marvel bernama Hulk. Beberapa orang bahkan juga menyebutkan Julia juga sebagai “Barbie Berotot”. Gadis berumur 18 tahun ini mempunyai mata besar dengan warna hijau. Berwajah juga semulus porselen seperti boneka barbie yang senantiasa diidam-idamkan beberapa wanita. Meski demikian, Julia Vins mempunyai otot yang luar biasa kekar. “Orang-orang mengetahui saya juga sebagai barbie berotot. Saya menyenanginya karena saya mempunyai mata cantik yang besar serta memakai make up. Tetapi, di saat yang sama, saya juga kuat, ” tuturnya Karena kecantikan serta kekuatannya ini, Julia mengakui banyak pria yang mengkritiknya. Tetapi ia enjoy hadapi hal itu. “Semua orang mempunyai opini perihal penampila...

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia -  Indonesia yaitu negara yang demikian besar. Di negerimu terkasih ini, ada sangat banyak beberapa orang dengan bermacam suku bangsa serta budaya. Tidak cuma itu, ketidaksamaan budaya juga diimbangi dengan ketidaksamaan kepercayaan dan kebiasaan. Hebatnya, masyarakat Indonesia ingin bertahan dengan semua ketidaksamaan itu serta terus hidup rukun berdampingan. Dari kebiasaan yang bermacam, munculah bermacam mitos atau keyakinan yang diwariskan dengan cara turun-menurun di Indonesia. Meski mungkin saja belum semuanya dapat dibuktikan benar, kenyataannya mitos-mitos itu terus dipercaya serta diakui beberapa orang. Tetapi ada lho mitos-mitos yang condong aneh, tidak yakin?. Cari info bareng-bareng yuk! Inilah 7 Mitos Paling Aneh Di Indonesia : 1. Menyapu Bersih Agar Suami Tidak Brewok  Salah satu pekerjaan yang perlu dikerjakan nyaris tiap-tiap anak wanita di Indonesia yaitu menyapu rumah. Tetapi ada saatnya sebagian anak wanita menge...