Momen wisuda selalu punya pemandangan yang sama: barisan wisudawan berjubah hitam, topi kotak di kepala, dan tali kecil yang bergoyang di pinggir topi. Lalu ada momen sakral ketika rektor memindahkan tali itu dari satu sisi ke sisi lain, dan keluarga langsung heboh memotret. Tapi pernah kepikiran tidak, kenapa harus pakai baju seperti itu? Siapa yang pertama kali punya ide memakai topi berbentuk papan?
Ternyata sejarahnya panjang, melibatkan bangsa Romawi, biarawan abad pertengahan, sampai tukang bangunan. Yuk, kita bahas satu per satu.
Toga Aslinya Adalah Baju Orang Romawi
Di Indonesia, baju wisuda biasa disebut toga. Padahal, toga yang asli adalah pakaian Romawi Kuno: kain wol berbentuk kira-kira setengah lingkaran, biasanya berwarna putih, yang dililitkan ke tubuh dan disampirkan di bahu kiri. Kata "toga" diperkirakan berasal dari bahasa Latin tegere, artinya "menutupi". Pada masanya, toga adalah pakaian resmi yang umumnya hanya boleh dipakai warga negara Romawi.

Patung pria Romawi yang mengenakan toga. Beginilah bentuk toga yang asli: kain panjang yang dililitkan ke tubuh, bukan jubah berlengan.
Ada fakta lucu di sini. Orang Romawi yang mencalonkan diri untuk jabatan publik memakai toga candida, yaitu toga yang digosok kapur supaya putihnya menyilaukan. Dari kata candida ("putih bersih") inilah lahir kata candidate dalam bahasa Inggris, yang kemudian kita serap menjadi "kandidat". Jadi setiap kali ada pemilu, kata "kandidat" sebenarnya bercerita soal baju putih bersih zaman Romawi!
Jubah Wisuda Lahir dari Kampus Abad Pertengahan
Meski namanya toga, jubah wisuda modern sebenarnya tidak diturunkan dari toga Romawi. Asal-usulnya adalah pakaian para pelajar di universitas-universitas Eropa abad pertengahan. Waktu itu, semua mahasiswa termasuk dalam golongan rohaniwan tingkat rendah, sehingga wajib memakai cappa atau pakaian ala rohaniwan lainnya yang berwarna hitam atau gelap.
Fungsinya pun sangat praktis: menghangatkan badan. Bayangkan belajar berjam-jam di gedung batu yang dingin tanpa pemanas ruangan. Jubah panjang tebal jelas sangat membantu. Model pakaian akademik di negara-negara Persemakmuran dan Amerika Serikat kemudian berkembang dari tradisi Universitas Oxford dan Cambridge di Inggris.
Topi Kotak Itu Namanya "Papan Adukan Semen"
Dalam bahasa Inggris, topi wisuda berbentuk kotak disebut mortarboard. Namanya diambil dari papan datar yang dipakai tukang batu untuk menampung adukan semen, karena bentuknya memang mirip. Jadi secara harfiah, para wisudawan memakai "topi papan semen" di kepala mereka!
Topi ini kemungkinan berasal dari Italia, paling lambat sekitar tahun 1520, dan diduga berkembang dari biretta, topi persegi yang dipakai rohaniwan Katolik. Taselnya sendiri baru muncul pada abad ke-18. Sebelumnya, bagian tengah topi hanya dihiasi jumbai kecil.
Kenapa Tali Toga Dipindah dari Kanan ke Kiri?
Inilah momen paling ditunggu saat wisuda. Di banyak kampus Amerika Serikat, wisudawan sarjana memulai upacara dengan tali (tasel) di sisi kanan, lalu memindahkannya ke kiri sebagai tanda resmi lulus. Uniknya, tradisi ini tergolong modern, bukan warisan abad pertengahan. Pemindahan tali dianggap cara cepat menandai perubahan status, dibanding tradisi lama seperti memasangkan kerudung akademik satu per satu atau berganti baju di tengah upacara, seperti yang dilakukan di Oxford.
Di Indonesia, aturannya bisa berbeda-beda di setiap kampus. Di banyak universitas, tali justru dimulai di kiri, lalu dipindah ke kanan setelah wisudawan menerima ijazah. Jadi kalau temanmu di kampus lain memindahkan talinya ke arah berlawanan, jangan buru-buru bilang salah, ya!
Warna Toga Bukan Sembarang Warna
Pernah perhatikan kalau warna list atau selempang toga tiap fakultas berbeda? Ini juga ada aturannya. Di Amerika Serikat, warna untuk tiap bidang ilmu dibakukan lewat Intercollegiate Code of Academic Costume yang disepakati pada 16 Maret 1895. Contohnya, putih untuk seni dan humaniora, kuning keemasan untuk sains, oranye untuk teknik, biru muda untuk pendidikan, dan warna cokelat keabuan (drab) untuk bisnis. Tasel emas khusus dipakai oleh mereka yang berhak mengenakan jubah doktor.
Di Indonesia, jubah wisuda umumnya berwarna hitam dengan warna list yang berbeda sesuai fakultas atau bidang studi. Panjang jubahnya pun berbeda sesuai jenjang: jubah sarjana biasanya sampai di bawah lutut, jubah magister lebih panjang, dan jubah doktor punya panel beludru di bagian depan dan lengan.
Suasana wisuda Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, 2019. Foto: Ayanionline, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Fakta Unik: Topi Wisuda Indonesia Bersudut Lima
Ini yang jarang disadari. Di kebanyakan negara, topi wisuda berbentuk persegi. Tapi di Indonesia, topi wisuda sarjana dan magister umumnya berbentuk segi lima! Sementara itu, wisudawan doktor biasanya memakai topi bulat lembut bergaya Tudor bonnet, meski ada kampus seperti Universitas Padjadjaran yang memakai model bonnet untuk semua jenjang. Coba cek lagi foto wisudamu, topinya bersudut lima, kan?
Tradisi Lempar Topi Berawal dari Akademi Angkatan Laut
Momen melempar topi ke udara bersama-sama sering jadi foto wisuda paling ikonik. Tradisi ini berawal dari Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Naval Academy) pada 1912. Sebelumnya, lulusan akademi harus bertugas dua tahun di laut sebagai taruna sebelum dilantik jadi perwira, jadi topi taruna mereka masih terpakai. Mulai angkatan 1912, lulusan langsung dilantik menjadi perwira pada hari kelulusan. Karena topi taruna tidak dibutuhkan lagi, mereka spontan melemparkannya ke udara. Sampai sekarang, topi-topi itu biasanya dipungut anak-anak sebagai kenang-kenangan.
Lulusan U.S. Naval Academy melempar topi setelah upacara kelulusan, 24 Mei 2013. Foto: MC1 Chad Runge, U.S. Navy, domain publik, via Wikimedia Commons
Lebih dari Sekadar Baju Pesta
Jadi, toga wisuda bukan sekadar kostum untuk foto keluarga. Di balik jubah hitam, topi "papan semen", dan tali kecil yang dipindah itu, ada sejarah ratusan tahun dari Romawi Kuno, biara, dan kampus-kampus tua Eropa.
Waktu wisuda dulu, talimu dipindah dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan? Dan ikut lempar topi tidak? Ceritakan pengalaman wisudamu di kolom komentar, ya!
Sumber: Wikipedia: Toga, Wikipedia: Academic dress, Wikipedia: Square academic cap, Wikipedia: Academic regalia in the United States, U.S. Naval Academy: Commissioning Week Traditions.
Comments
Post a Comment