Kisah Kucing Paling Terkenal di Dunia: Stubbs si "Wali Kota" Alaska hingga Tama si Kepala Stasiun Jepang
Kucing biasanya terkenal karena hobinya tidur seharian, menjatuhkan barang dari meja, atau menatap kita seolah kita pelayannya. Tapi ada beberapa kucing di dunia ini yang punya "karier" luar biasa. Ada yang jadi wali kota kehormatan, ada yang jadi kepala stasiun, bahkan ada yang pernah terbang ke luar angkasa!
Yuk, kenalan dengan kucing-kucing paling terkenal di dunia yang kisahnya benar-benar nyata.
Stubbs, "Wali Kota" Kucing dari Talkeetna, Alaska
Talkeetna adalah kota kecil di Alaska, Amerika Serikat. Karena statusnya bukan kota resmi yang punya pemerintahan sendiri, Talkeetna tidak memiliki wali kota sungguhan. Di sinilah cerita lucunya dimulai: pada 1997, warga setempat mulai menyebut seekor anak kucing oranye bernama Stubbs sebagai "wali kota kehormatan".
Stubbs, kucing yang dijuluki wali kota kehormatan Talkeetna, Alaska. Foto: Jenni Konrad, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons
Stubbs tinggal di sebuah toko kelontong di kota itu, dan "kantornya" jadi tempat wajib dikunjungi turis. Setiap tahun, banyak wisatawan yang datang ke Talkeetna sengaja mampir hanya untuk bertemu sang wali kota berbulu. Ia bahkan menerima surat dan kartu dari penggemar di berbagai negara.
Stubbs menjabat selama sekitar 20 tahun, sampai ia meninggal pada Juli 2017. Sebuah prestasi yang mungkin bikin iri banyak politisi, ya: dicintai warga tanpa perlu kampanye!
Tama, Kepala Stasiun yang Menyelamatkan Jalur Kereta di Jepang
Kisah Tama mungkin salah satu cerita kucing paling mengharukan sekaligus paling "bisnis" di dunia. Tama adalah kucing betina belang tiga yang tinggal di Stasiun Kishi, di Prefektur Wakayama, Jepang. Stasiun kecil ini berada di Jalur Kishigawa yang saat itu sepi penumpang dan terancam ditutup.
Ketika perusahaan Wakayama Electric Railway mengambil alih jalur tersebut, presiden perusahaannya punya ide unik: pada Januari 2007, Tama diangkat secara resmi menjadi kepala stasiun, lengkap dengan topi kepala stasiun. "Gajinya" berupa makanan kucing.
Tama si kepala stasiun di Stasiun Kishi, Wakayama, Jepang, tahun 2011. Foto: as365n2 from Nara Prefecture, Japan, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons
Hasilnya di luar dugaan. Turis dari dalam dan luar Jepang berdatangan untuk melihat Tama, dan jumlah penumpang naik. Seorang profesor ekonomi bahkan memperkirakan Tama memberi dampak ekonomi sekitar 1,1 miliar yen bagi daerah itu dalam tahun pertamanya. Tama terus naik "jabatan", dan pada 2010 gedung Stasiun Kishi dibangun ulang dengan desain berbentuk wajah kucing.
Tama meninggal pada Juni 2015 di usia 16 tahun. Ribuan orang datang ke upacara perpisahannya, dan ia diberi gelar kehormatan sebagai kepala stasiun abadi. Tugasnya kemudian diteruskan oleh kucing lain bernama Nitama.
Félicette, Kucing Pertama di Luar Angkasa
Kalau anjing Laika dari Uni Soviet terkenal sebagai hewan pertama yang mengorbit Bumi, Prancis punya pahlawan berbulu sendiri. Pada 18 Oktober 1963, seekor kucing betina bernama Félicette diluncurkan dengan roket Véronique dalam penerbangan suborbital singkat, sekitar 15 menit.
Félicette berhasil kembali ke Bumi dengan selamat menggunakan parasut, dan data dari penerbangannya dipakai untuk penelitian. Sayangnya, kisahnya lama terlupakan. Baru pada 2019, setelah penggalangan dana daring, sebuah patung perunggu Félicette diresmikan di International Space University di Strasbourg, Prancis.
Larry, Kucing Pejabat di Downing Street
Inggris punya jabatan resmi yang lucu bernama Chief Mouser to the Cabinet Office, alias "Kepala Penangkap Tikus" di kantor perdana menteri, Downing Street 10, London. Sejak Februari 2011, jabatan itu dipegang Larry, kucing yang diadopsi dari penampungan hewan Battersea.
Yang bikin Larry legendaris: ia sudah "melihat" banyak perdana menteri datang dan pergi, sementara ia sendiri tetap di posisinya. Larry juga sering muncul di foto berita saat tamu negara datang, seakan ikut menyambut mereka.
Grumpy Cat, Bintang Meme yang Wajahnya Selalu Cemberut
Siapa yang tidak kenal wajah kucing cemberut ini? Nama aslinya Tardar Sauce, kucing dari Arizona, Amerika Serikat. Fotonya viral di internet pada 2012, dan sejak itu wajah "judes"-nya muncul di ribuan meme, buku, dan merchandise.
Ekspresi cemberutnya sebenarnya bukan karena ia sedang kesal, tapi karena kondisi fisik bawaan berupa tubuh kerdil (dwarfisme) dan gigitan bawah. Grumpy Cat meninggal pada Mei 2019, tapi wajahnya tetap abadi di dunia meme.
Bonus: Kucing-Kucing Kantor dan Toko di Sekitar Kita
Sebenarnya, kita tidak perlu jauh-jauh ke Alaska atau Jepang untuk menemukan kucing "pejabat". Banyak toko kelontong, warung, perpustakaan, sampai kantor di Indonesia punya kucing penghuni tetap yang jadi favorit pengunjung. Ada yang hobi tidur di etalase, ada yang selalu menyambut pembeli di depan pintu, ada juga yang sudah dianggap maskot tidak resmi oleh warga sekitar.
Bedanya, kucing-kucing ini belum diberi topi kepala stasiun atau gelar wali kota. Siapa tahu, suatu hari nanti ada kucing Indonesia yang kisahnya ikut mendunia seperti Tama dan Stubbs.
Kenapa Kucing Bisa Seterkenal Ini?
Kucing punya kombinasi sempurna untuk jadi idola: lucu, misterius, dan sering bertingkah seolah dunia ini miliknya. Dari kisah Stubbs dan Tama, kita juga belajar bahwa satu ekor kucing bisa memberi dampak nyata bagi sebuah kota kecil: menarik turis, menghidupkan ekonomi, dan membuat orang tersenyum.
Kalau kucingmu dikasih jabatan, kira-kira cocoknya jadi apa? Kepala keamanan dapur? Manajer tidur siang? Ceritakan kucing kesayanganmu di kolom komentar, ya!
Sumber: Wikipedia: Stubbs (cat), Wikipedia: Tama (cat), Wikipedia: Félicette.
Comments
Post a Comment