Skip to main content

Kisah Ted Bundy dan Lahirnya Teknik Profiling Kriminal FBI

Kalau kamu pernah nonton serial Mindhunter atau film The Silence of the Lambs, pasti kenal adegan agen FBI yang duduk berhadapan dengan narapidana berbahaya untuk "membaca" isi kepalanya. Ternyata itu bukan sekadar cerita fiksi. Di dunia nyata, ada unit khusus FBI yang benar-benar melakukannya, dan kasus-kasus seperti Ted Bundy menjadi alasan kenapa teknik ini dianggap penting.

Artikel ini tidak membahas detail kejahatan Bundy. Kita akan fokus ke sisi investigasinya: bagaimana kasusnya diungkap, dan bagaimana FBI mengembangkan teknik yang kini dikenal sebagai criminal profiling.

Lahirnya Behavioral Science Unit di Quantico

Pada 1972, FBI membentuk Behavioral Science Unit (BSU) di FBI Academy, Quantico, Virginia, Amerika Serikat. Awalnya unit ini lebih banyak mengajar psikologi kriminal kepada polisi dari berbagai daerah. Dua nama yang kelak jadi legenda adalah agen John E. Douglas dan Robert K. Ressler.

Gedung FBI Academy di Quantico, Virginia, tempat Behavioral Science Unit didirikan
FBI Academy di Quantico, Virginia, markas Behavioral Science Unit. Foto: FBI (pemerintah Amerika Serikat), Public domain, via Wikimedia Commons

Sambil berkeliling mengajar ke berbagai kota, Douglas dan Ressler mulai punya ide yang terdengar nekat: kenapa tidak bertanya langsung kepada para pelaku kejahatan berat yang sudah dipenjara? Dengan begitu, polisi bisa memahami pola pikir dan kebiasaan mereka, lalu memakai pengetahuan itu untuk mengungkap kasus baru.

Wawancara di Balik Jeruji

Ide itu kemudian menjadi proyek penelitian resmi, Criminal Personality Research Project, yang berjalan pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Douglas dan Ressler bekerja sama dengan Ann Wolbert Burgess, profesor keperawatan dari Boston College yang ahli soal trauma. Mereka mewawancarai 36 narapidana dan mencatat semuanya secara sistematis: latar belakang keluarga, kebiasaan, sampai cara mereka memilih lokasi.

Dari situ lahir beberapa konsep yang terkenal, misalnya pembagian pelaku "terorganisir" dan "tidak terorganisir" berdasarkan pola di tempat kejadian. Ressler juga sering disebut sebagai orang yang mempopulerkan istilah serial killer di kalangan penegak hukum Amerika pada 1970-an. Hasil penelitian mereka kemudian dibukukan dalam Sexual Homicide: Patterns and Motives (1988).

Kasus Ted Bundy: Masalah Besar Bernama "Beda Wilayah"

Ted Bundy beraksi di beberapa negara bagian Amerika Serikat antara 1974 dan 1978, mulai dari Washington, Oregon, Utah, Colorado, hingga Florida. Inilah yang membuat kasusnya sangat sulit diungkap: setiap kepolisian daerah menyelidiki kasusnya sendiri, dan pada masa itu belum ada sistem komputer nasional untuk berbagi data.

Detektif seperti Robert Keppel dari King County, Washington, harus mengumpulkan petunjuk secara manual, termasuk ribuan lembar data nama tersangka dan pemilik mobil. Petunjuk penting datang dari keterangan saksi tentang seorang pria bernama "Ted" yang mengendarai mobil Volkswagen Beetle.

Penangkapan Gara-Gara Razia Lalu Lintas

Titik balik terjadi pada Agustus 1975 di Utah, ketika Bundy dihentikan oleh seorang polisi patroli karena mengemudi mencurigakan. Barang-barang di mobilnya membuat polisi curiga, dan penyelidikan pun mengarah kepadanya. Ia kemudian dihukum di Utah atas kasus penculikan.

Kisahnya sempat makin heboh karena Bundy dua kali kabur dari tahanan di Colorado pada 1977: pertama melompat dari jendela perpustakaan gedung pengadilan, lalu kabur lewat langit-langit penjara. Pelariannya berakhir pada Februari 1978 di Pensacola, Florida, ketika seorang polisi menghentikan mobil curian yang ia kendarai.

Persidangan Bundy di Florida pada 1979 tercatat sebagai salah satu persidangan pertama yang disiarkan televisi secara nasional di Amerika. Salah satu bukti kuncinya berasal dari ilmu forensik odontologi, yaitu pencocokan bekas gigitan oleh ahli forensik gigi. Bundy dieksekusi pada 24 Januari 1989, setelah sebelumnya mengakui puluhan kasus pembunuhan kepada para penyidik.

Dari Bundy ke Sistem Data Nasional

Kasus-kasus lintas wilayah seperti Bundy menunjukkan betapa berbahayanya ketika data antardaerah tidak terhubung. Pada 1984, FBI mendirikan National Center for the Analysis of Violent Crime (NCAVC), dan setahun kemudian meluncurkan ViCAP (Violent Criminal Apprehension Program), basis data nasional yang membantu polisi mencocokkan kasus serupa di daerah berbeda. Program ini lama diperjuangkan oleh detektif veteran Los Angeles, Pierce Brooks.

Menariknya, Bundy sendiri sempat diwawancarai oleh Robert Keppel pada 1980-an ketika Keppel membantu tim penyelidik kasus Green River Killer di Washington. Agen FBI Bill Hagmaier dari BSU juga mewawancarai Bundy berkali-kali menjelang eksekusinya untuk penelitian perilaku.

Dari Ruang Interogasi ke Layar Netflix

Pengalaman John Douglas kemudian ditulis dalam buku Mindhunter: Inside the FBI's Elite Serial Crime Unit (1995) bersama penulis Mark Olshaker. Buku inilah yang diadaptasi menjadi serial Netflix Mindhunter (2017–2019) yang diproduseri sutradara David Fincher. Karakter agen Holden Ford dan Bill Tench di serial itu terinspirasi dari Douglas dan Ressler.

Apakah Profiling Selalu Akurat?

Jangan bayangkan profiling seperti di film yang bisa langsung menunjuk pelaku. Di dunia nyata, profil hanyalah alat bantu untuk mempersempit pencarian. Sejumlah peneliti bahkan mengkritik bahwa akurasinya belum terbukti kuat secara ilmiah. Kasus tetap terpecahkan lewat kerja detektif, saksi, dan bukti forensik.

Namun warisan BSU tetap besar: kini penyidik di seluruh dunia terbiasa mempelajari perilaku pelaku dan berbagi data antarwilayah, sesuatu yang dulu tidak terpikirkan.

Kamu sudah nonton Mindhunter? Menurutmu, lebih seru versi serialnya atau kisah nyatanya? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Sumber: Wikipedia: Behavioral Analysis Unit, Wikipedia: Ted Bundy, Wikipedia: ViCAP.

Comments

Popular posts from this blog

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan -  Manusia dengan karakter sombongnya kadang-kadang melupakan siapa penciptanya, bahkan juga lebih kronis menyombongkan diri serta mengejek tuhan, manusia terang tak ada apa-apanya dimata tuhan. 7 orang berikut ini adalah misal riil bagaimanakah kuasa tuhan atas semua alam semesta serta berisi. 7 orang yang tewas lantaran mengejek Tuhan : 1. John Lennon (Personil The Beatle) Waktu interview dengan American Magazine, ia berkata “Kekristenan bakal selesai serta hilang. Saya tak perlu menuturkannya. Yesus sih ok, tetapi pengajaran-Nya terlampau simpel. Hari ini kami tambah lebih tenar dari-Nya. ” (1966). Sesudah menyampaikan hal semacam itu, John tewas ditembak penggemarnya. 2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)  Pada saat kampanye, ia berkata apabila memperoleh 500. 000 nada dari anggota partainya, jadi tak ada yang bisa mendepaknya dari posisi kepresidenan, bahkan juga Tuhan sendiri. Ia memperoleh kian lebih...

Cantik-cantik Badannya Kekar

Cantik-cantik Badannya Kekar -  Seorang gadis asal Rusia bernama Julia Vins mungkin saja mempunyai muka secantik Barbie. Tetapi setelah dilihat lebih jeli, wanita 18 tahun itu bisa bikin kaum pria iri. Pasalnya, Julia mempunyai tubuh yang sangat kekar bahkan juga seperti tokoh komik Marvel bernama Hulk. Beberapa orang bahkan juga menyebutkan Julia juga sebagai “Barbie Berotot”. Gadis berumur 18 tahun ini mempunyai mata besar dengan warna hijau. Berwajah juga semulus porselen seperti boneka barbie yang senantiasa diidam-idamkan beberapa wanita. Meski demikian, Julia Vins mempunyai otot yang luar biasa kekar. “Orang-orang mengetahui saya juga sebagai barbie berotot. Saya menyenanginya karena saya mempunyai mata cantik yang besar serta memakai make up. Tetapi, di saat yang sama, saya juga kuat, ” tuturnya Karena kecantikan serta kekuatannya ini, Julia mengakui banyak pria yang mengkritiknya. Tetapi ia enjoy hadapi hal itu. “Semua orang mempunyai opini perihal penampila...

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia -  Indonesia yaitu negara yang demikian besar. Di negerimu terkasih ini, ada sangat banyak beberapa orang dengan bermacam suku bangsa serta budaya. Tidak cuma itu, ketidaksamaan budaya juga diimbangi dengan ketidaksamaan kepercayaan dan kebiasaan. Hebatnya, masyarakat Indonesia ingin bertahan dengan semua ketidaksamaan itu serta terus hidup rukun berdampingan. Dari kebiasaan yang bermacam, munculah bermacam mitos atau keyakinan yang diwariskan dengan cara turun-menurun di Indonesia. Meski mungkin saja belum semuanya dapat dibuktikan benar, kenyataannya mitos-mitos itu terus dipercaya serta diakui beberapa orang. Tetapi ada lho mitos-mitos yang condong aneh, tidak yakin?. Cari info bareng-bareng yuk! Inilah 7 Mitos Paling Aneh Di Indonesia : 1. Menyapu Bersih Agar Suami Tidak Brewok  Salah satu pekerjaan yang perlu dikerjakan nyaris tiap-tiap anak wanita di Indonesia yaitu menyapu rumah. Tetapi ada saatnya sebagian anak wanita menge...