Coba buka album foto lama orang tua atau nenekmu. Perhatikan alisnya. Mungkin kamu akan menemukan alis setipis garis pensil, alis tebal melengkung tinggi, atau alis yang hampir tidak kelihatan sama sekali. Ternyata, alis adalah salah satu tren kecantikan yang paling cepat berubah dari zaman ke zaman!
Yuk, naik mesin waktu dan lihat perjalanan tren alis dari masa ke masa, mulai dari zaman kuno sampai era alis tebal natural yang kita kenal sekarang.
Zaman Kuno: Dari Mesir sampai Yunani
Bangsa Mesir Kuno sudah memakai kohl, pewarna hitam dari mineral, untuk menegaskan mata dan alis. Ada fakta unik yang dicatat sejarawan Yunani Herodotus: orang Mesir Kuno konon mencukur alis mereka sebagai tanda duka ketika kucing peliharaan mereka mati. Begitu besar rasa sayang mereka pada kucing!
Di Yunani Kuno, alis yang hampir menyambung justru dianggap menarik dan tanda kecerdasan. Sebagian perempuan bahkan sengaja menggelapkan dan "menyambungkan" alis mereka dengan pewarna.
Era Elizabeth: Dahi Tinggi, Alis Nyaris Hilang
Di Inggris abad ke-16, pada masa Ratu Elizabeth I, standar kecantikannya adalah kulit pucat dan dahi yang tinggi. Banyak perempuan bangsawan mencabuti alis dan garis rambut depan mereka supaya dahinya terlihat lebih lebar. Kalau lihat lukisan potret dari masa itu, alisnya memang sering terlihat sangat tipis atau samar.
1920-an: Alis Pensil Tipis ala Bintang Film Bisu
Inilah dekade yang melahirkan salah satu tren alis paling ikonik. Di era film bisu dan gaya flapper, perempuan mencabut alis mereka hingga sangat tipis, lalu menggambarnya kembali dengan pensil membentuk garis panjang yang sedikit menurun di ujungnya. Efeknya membuat wajah terlihat dramatis dan sedikit sendu, cocok untuk layar hitam putih.
Clara Bow, salah satu ikon era 1920-an, dalam film Three Week Ends (1928). Foto: Penulis tidak diketahui, Public domain, via Wikimedia Commons
Salah satu ikonnya adalah aktris Clara Bow, yang dijuluki "It Girl" pada masanya. Gaya alis tipisnya ditiru banyak perempuan di seluruh dunia.
1930-an: Makin Tipis, Makin Melengkung
Memasuki 1930-an, alis tipis masih bertahan, tapi bentuknya berubah menjadi lengkungan tinggi yang elegan. Bintang Hollywood seperti Marlene Dietrich dan Jean Harlow terkenal dengan alis yang dicabut habis lalu digambar ulang membentuk lengkungan tinggi, membuat ekspresi mereka terlihat anggun sekaligus misterius.
1950-an: Alis Lebih Tebal dan Tegas
Setelah Perang Dunia II, tren mulai bergeser ke alis yang lebih penuh dan terdefinisi. Audrey Hepburn jadi ikon alis tebal yang tegas, sementara Marilyn Monroe dan Elizabeth Taylor dikenal dengan alis melengkung yang rapi dan dipertegas dengan pensil. Alis jadi bagian penting dari tampilan glamor ala Hollywood klasik.
1960-an dan 1970-an: Fokus ke Mata
Di era 1960-an, model Inggris Twiggy membuat tren riasan mata besar dengan bulu mata tebal, sementara alisnya cenderung tipis dan lebih terang. Pada 1970-an, alis tipis yang lebih natural kembali populer, mengikuti gaya disko dan hippie yang santai.
1980-an: Alis Tebal Natural ala Brooke Shields
Dekade 80-an identik dengan segala sesuatu yang "besar": rambut mengembang, bantalan bahu, dan alis tebal. Aktris dan model Brooke Shields menjadi ikon alis tebal alami yang dibiarkan tumbuh tanpa banyak dicabuti. Banyak orang menganggap ini sebagai awal era alis "berani".
1990-an: Kembalinya Alis Super Tipis
Lalu, tiba-tiba tren berbalik lagi. Di era 90-an, alis super tipis kembali menguasai majalah dan layar kaca, dipakai banyak selebritas dan penyanyi pop. Banyak orang mencabuti alisnya terlalu banyak sampai susah tumbuh kembali, dan inilah salah satu alasan banyak orang dari generasi itu kemudian mencari cara untuk "mengembalikan" alis mereka.
2010-an: Era Cara Delevingne dan "Alis On Fleek"
Memasuki 2010-an, model Inggris Cara Delevingne mempopulerkan alis tebal, penuh, dan sedikit "berantakan" yang terlihat alami. Media sosial seperti Instagram membuat tren ini meledak. Pada 2014, istilah "eyebrows on fleek" dari sebuah video Vine viral di seluruh dunia, dan sejak itu alis menjadi topik kecantikan yang tidak pernah sepi.
Produk alis pun membanjiri pasar: pensil, pomade, gel, sampai bubuk alis. Muncul juga tren seperti brow lamination dan "soap brows", yaitu teknik menyisir alis ke atas supaya terlihat tebal dan rapi.
Zaman Now: Alis Natural yang Tahan Lama
Sekarang, banyak orang ingin alis yang terlihat rapi dan natural setiap hari tanpa harus menggambarnya setiap pagi. Di sinilah teknik semi-permanen seperti microblading atau yang di Indonesia populer disebut sulam alis jadi pilihan. Dengan teknik ini, pigmen ditanam di lapisan kulit paling atas membentuk goresan menyerupai helai rambut, dan hasilnya bisa bertahan sekitar satu sampai tiga tahun tergantung jenis kulit dan perawatan.
Tips penting sebelum mencobanya: pilih tempat yang terpercaya, pastikan alatnya steril dan sekali pakai, tanyakan soal tes alergi pigmen, dan diskusikan bentuk alis yang sesuai dengan wajahmu, bukan sekadar mengikuti tren. Kalau ingin melihat contoh hasil sulam alis natural, kamu bisa mengunjungi sulamalisvivi.com.
Tren Datang dan Pergi
Dari alis pensil 1920-an sampai alis tebal natural zaman now, satu hal yang jelas: tren alis selalu berputar. Siapa tahu sepuluh tahun lagi alis tipis kembali berjaya. Yang paling penting adalah memilih bentuk yang membuatmu merasa percaya diri.
Kalau kamu bisa memilih alis dari era mana saja, kamu mau alis gaya tahun berapa? Atau kamu punya cerita lucu soal salah cabut alis? Ceritakan di kolom komentar!
Sumber: Wikipedia: Eyebrow, Wikipedia: Clara Bow.
Comments
Post a Comment