Skip to main content

Kisah Balto dan Togo: Anjing Pahlawan yang Menembus Badai Salju Demi Mengantar Obat ke Nome 1925

Bayangkan sebuah kota kecil di ujung utara dunia, terkepung es, dan anak-anaknya mulai jatuh sakit satu per satu. Obatnya ada, tapi jaraknya lebih dari seribu kilometer. Pesawat tak bisa terbang, kapal tak bisa berlayar. Satu-satunya harapan? Anjing-anjing penarik kereta salju.

Ini bukan naskah film. Ini kisah nyata tahun 1925 yang dikenal sebagai Serum Run to Nome atau "Lomba Besar Demi Kemanusiaan". Dari sinilah lahir dua nama anjing legendaris: Balto dan Togo. Yang satu dapat patung di New York, yang satu lagi lama terlupakan. Yuk, kita simak kisahnya!

Wabah Difteri di Kota yang Terkunci Es

Nome adalah kota di Alaska, kira-kira dua derajat di selatan Lingkaran Arktik. Dari November sampai Juli, pelabuhannya membeku sehingga kapal tidak bisa masuk. Saat musim dingin, kota ini praktis terputus dari dunia luar.

Pada musim dingin 1924–1925, satu-satunya dokter di Nome, Curtis Welch, menemukan bahwa seluruh persediaan antitoksin difteri di rumah sakitnya sudah kedaluwarsa. Pesanan baru tidak sempat tiba sebelum pelabuhan tertutup es.

Lalu, anak-anak mulai sakit. Pertengahan Januari 1925, Welch resmi mendiagnosis kasus difteri, penyakit menular yang sangat berbahaya bagi anak-anak. Kota langsung dikarantina, dan pada 22 Januari 1925 ia mengirim telegram radio meminta satu juta unit antitoksin.

Pesawat Ditolak, Anjing Jadi Andalan

Sempat ada usulan mengirim obat lewat pesawat. Tapi di tahun 1925, pesawat di Alaska hanya beberapa biplan tua dengan kokpit terbuka, dan semuanya sedang dibongkar untuk musim dingin. Dewan kesehatan akhirnya memilih cara yang paling bisa diandalkan saat itu: estafet kereta salju yang ditarik anjing.

Kebetulan, sekitar 300.000 unit antitoksin ditemukan di sebuah rumah sakit di Anchorage. Obat itu dibungkus botol kaca, selimut tebal, lalu tabung logam seberat sekitar 9 kg, kemudian dikirim dengan kereta api ke Nenana. Dari sana, perjalanan sejauh 1.085 km menuju Nome harus ditempuh di atas salju.

20 Musher, 150 Anjing, 5,5 Hari

Estafet dimulai pada 27 Januari 1925 malam, di suhu sekitar minus 46 derajat Celsius. Total ada 20 musher (pengemudi kereta anjing) dan sekitar 150 anjing yang bergantian membawa paket obat. Banyak di antara para musher di wilayah pedalaman adalah orang asli Athabaska, keturunan langsung para pengemudi kereta anjing pertama di Alaska.

Rute yang biasanya ditempuh berminggu-minggu itu berhasil diselesaikan hanya dalam sekitar 5,5 hari. Mereka melawan badai salju, angin kencang, dan suhu yang bikin kulit membeku dalam hitungan menit.

Foto hitam putih musher Gunnar Kaasen bersama anjing husky Balto tahun 1925
Gunnar Kaasen bersama Balto. Foto: Brown Brothers, domain publik, via Wikimedia Commons.

Togo: Pahlawan yang Menempuh Jalur Paling Berbahaya

Musher paling terkenal saat itu adalah Leonhard Seppala, pria asal Norwegia yang sudah tiga kali menjuarai lomba All-Alaska Sweepstakes. Anjing pemimpinnya bernama Togo, husky Siberia berusia 12 tahun yang terkenal cerdas dan peka terhadap bahaya.

Seppala dan Togo berangkat dari Nome ke arah timur, menjemput serum di dekat Shaktoolik pada 31 Januari, lalu langsung balik lagi. Dalam perjalanan itu mereka menyeberangi Norton Sound, teluk beku yang esnya bisa retak dan hanyut kapan saja diterpa angin.

Totalnya, tim Togo menempuh sekitar 420 km, jarak terjauh dibanding tim lain mana pun di estafet ini. Sebagai perbandingan, tim Balto "hanya" berlari sekitar 89 km.

Balto: Si Anjing "Kelas Dua" yang Jadi Selebriti

Nah, ini bagian yang ironis. Balto sebenarnya juga milik Seppala, tapi Seppala menganggapnya anjing "kelas dua" yang tidak cukup cepat untuk tim balap. Balto lebih sering dipakai menarik barang.

Musher Gunnar Kaasen punya pendapat lain. Ia mendapat tugas membawa serum di etape terakhir dan memilih Balto sebagai anjing pemimpin. Di tengah badai salju, Balto berhasil menjaga tim tetap di jalur. Menurut catatan, Balto bahkan berhenti tepat di depan es yang retak di Sungai Topkok, menyelamatkan Kaasen dan seluruh timnya.

Pada 2 Februari 1925 pukul 05.30, Kaasen dan Balto tiba di Front Street, Nome. Serumnya membeku, tapi semua 300.000 unit masih utuh dan bisa dipakai setelah dicairkan.

Karena Balto yang muncul di garis finis, media langsung menjadikannya bintang. Pada 17 Desember 1925, sebuah patung Balto diresmikan di Central Park, New York, dan Balto sendiri hadir di acara peresmiannya.

Patung perunggu anjing Balto di Central Park, New York
Patung Balto di Central Park, New York. Foto: Asylum7830, domain publik, via Wikimedia Commons.

Nasib Keduanya Setelah Lomba

Ketenaran Balto ternyata tidak selalu manis. Ia dan timnya sempat dijual dan berakhir di sebuah museum pertunjukan murahan di Los Angeles dengan kondisi memprihatinkan. Tahun 1927, warga Cleveland menggalang dana selama dua minggu untuk membeli mereka. Balto lalu hidup tenang di Kebun Binatang Cleveland sampai mati pada 14 Maret 1933. Tubuhnya diawetkan dan dipajang di Cleveland Museum of Natural History sampai sekarang.

Togo pensiun di sebuah kandang di Maine dan mati pada 5 Desember 1929. Tubuhnya yang diawetkan kini dipajang di markas lomba kereta anjing Iditarod di Wasilla, Alaska. Seppala sendiri pernah bilang ia tak pernah punya anjing yang lebih baik dari Togo.

Balto atau Togo, Siapa Pahlawan Sebenarnya?

Lama-lama, para sejarawan dan musher mulai "meluruskan" cerita. Pada 2011, majalah Time menobatkan Togo sebagai hewan paling heroik sepanjang masa. Kisahnya juga diangkat ke film Togo (2019) di Disney+, dibintangi Willem Dafoe. Balto sendiri lebih dulu terkenal lewat film animasi Balto (1995), meski film itu banyak mengubah fakta, misalnya menggambarkan Balto sebagai anjing setengah serigala.

Jawaban paling adil mungkin begini: Balto dan Togo sama-sama pahlawan, bersama 18 musher lain dan sekitar 150 anjing yang namanya jarang disebut. Tanpa satu pun dari mereka, serum itu tak akan sampai tepat waktu.

Suka kisah anjing yang bikin terharu? Jangan lewatkan juga kisah Hachiko, anjing paling setia di dunia.

Kalau Kamu, Tim Balto atau Tim Togo?

Hampir 100 tahun berlalu, perdebatan Balto versus Togo masih seru dibahas pencinta anjing di seluruh dunia. Kamu sendiri lebih kagum sama yang mana? Atau kamu punya anjing peliharaan yang sama hebatnya? Ceritain di kolom komentar, ya!

Sumber: Wikipedia, "1925 serum run to Nome", "Balto", dan "Togo (dog)"; National Park Service; Cleveland Museum of Natural History.

Comments

Popular posts from this blog

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan

7 Orang yang meninggal tragis, karena menghina Tuhan -  Manusia dengan karakter sombongnya kadang-kadang melupakan siapa penciptanya, bahkan juga lebih kronis menyombongkan diri serta mengejek tuhan, manusia terang tak ada apa-apanya dimata tuhan. 7 orang berikut ini adalah misal riil bagaimanakah kuasa tuhan atas semua alam semesta serta berisi. 7 orang yang tewas lantaran mengejek Tuhan : 1. John Lennon (Personil The Beatle) Waktu interview dengan American Magazine, ia berkata “Kekristenan bakal selesai serta hilang. Saya tak perlu menuturkannya. Yesus sih ok, tetapi pengajaran-Nya terlampau simpel. Hari ini kami tambah lebih tenar dari-Nya. ” (1966). Sesudah menyampaikan hal semacam itu, John tewas ditembak penggemarnya. 2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)  Pada saat kampanye, ia berkata apabila memperoleh 500. 000 nada dari anggota partainya, jadi tak ada yang bisa mendepaknya dari posisi kepresidenan, bahkan juga Tuhan sendiri. Ia memperoleh kian lebih...

Cantik-cantik Badannya Kekar

Cantik-cantik Badannya Kekar -  Seorang gadis asal Rusia bernama Julia Vins mungkin saja mempunyai muka secantik Barbie. Tetapi setelah dilihat lebih jeli, wanita 18 tahun itu bisa bikin kaum pria iri. Pasalnya, Julia mempunyai tubuh yang sangat kekar bahkan juga seperti tokoh komik Marvel bernama Hulk. Beberapa orang bahkan juga menyebutkan Julia juga sebagai “Barbie Berotot”. Gadis berumur 18 tahun ini mempunyai mata besar dengan warna hijau. Berwajah juga semulus porselen seperti boneka barbie yang senantiasa diidam-idamkan beberapa wanita. Meski demikian, Julia Vins mempunyai otot yang luar biasa kekar. “Orang-orang mengetahui saya juga sebagai barbie berotot. Saya menyenanginya karena saya mempunyai mata cantik yang besar serta memakai make up. Tetapi, di saat yang sama, saya juga kuat, ” tuturnya Karena kecantikan serta kekuatannya ini, Julia mengakui banyak pria yang mengkritiknya. Tetapi ia enjoy hadapi hal itu. “Semua orang mempunyai opini perihal penampila...

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia

7 Mitos Paling Aneh di Indonesia -  Indonesia yaitu negara yang demikian besar. Di negerimu terkasih ini, ada sangat banyak beberapa orang dengan bermacam suku bangsa serta budaya. Tidak cuma itu, ketidaksamaan budaya juga diimbangi dengan ketidaksamaan kepercayaan dan kebiasaan. Hebatnya, masyarakat Indonesia ingin bertahan dengan semua ketidaksamaan itu serta terus hidup rukun berdampingan. Dari kebiasaan yang bermacam, munculah bermacam mitos atau keyakinan yang diwariskan dengan cara turun-menurun di Indonesia. Meski mungkin saja belum semuanya dapat dibuktikan benar, kenyataannya mitos-mitos itu terus dipercaya serta diakui beberapa orang. Tetapi ada lho mitos-mitos yang condong aneh, tidak yakin?. Cari info bareng-bareng yuk! Inilah 7 Mitos Paling Aneh Di Indonesia : 1. Menyapu Bersih Agar Suami Tidak Brewok  Salah satu pekerjaan yang perlu dikerjakan nyaris tiap-tiap anak wanita di Indonesia yaitu menyapu rumah. Tetapi ada saatnya sebagian anak wanita menge...