Kalau dengar kata "pahlawan perang", yang terbayang biasanya tentara berseragam lengkap dengan medali di dada. Tapi bagaimana kalau pahlawannya ternyata seekor kucing hitam-putih yang hobi tidur di topi kapten?
Kenalan dulu dengan Simon, kucing kapal Angkatan Laut Inggris yang selamat dari tembakan artileri, membasmi wabah tikus di kapalnya, dan akhirnya menerima medali yang dijuluki "Victoria Cross-nya para hewan". Sampai sekarang, Simon adalah satu-satunya kucing yang pernah meraih penghargaan itu. Yuk, simak kisahnya!
Kucing Kurus dari Dermaga Hong Kong
Kisah Simon dimulai pada Maret 1948 di dermaga Hong Kong. Seorang pelaut muda berusia 17 tahun bernama George Hickinbottom, awak kapal HMS Amethyst, menemukan seekor kucing yang berkeliaran sendirian. Umurnya diperkirakan sekitar satu tahun, badannya kurus kering dan kondisinya sakit.
Hickinbottom lalu menyelundupkan kucing itu ke atas kapal. Ternyata keputusan ini tepat. Simon cepat disayang awak dan para perwira, terutama karena ia jago menangkap tikus di dek bawah.
Kucing Paling "Iseng" di Kapal
Simon juga terkenal bandel dengan cara yang lucu. Ia suka meninggalkan "hadiah" berupa tikus mati di tempat tidur para pelaut. Tempat tidur favoritnya? Topi sang kapten.
Awak kapal menganggap Simon sebagai maskot pembawa keberuntungan. Saat komandan kapal berganti pada 1948, komandan lama, Ian Griffiths, sengaja mewariskan Simon kepada penggantinya, Letnan Komandan Bernard Skinner, yang langsung suka dengan kucing ramah ini.
Terjebak di Sungai Yangtze
Tugas pertama Skinner sebagai komandan adalah membawa HMS Amethyst menyusuri Sungai Yangtze di Tiongkok menuju Nanjing, untuk menggantikan kapal jaga di sana, HMS Consort.
Di tengah perjalanan pada 1949, kapal itu terjebak dalam peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Insiden Yangtze. Sebuah baterai meriam lapangan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok menembaki kapal tersebut. Salah satu tembakan pertama menembus kabin kapten, tempat Simon sering bersantai.
Simon terluka parah. Letnan Komandan Skinner sendiri gugur tak lama setelah serangan itu akibat luka-lukanya.
Bertahan Hidup Melawan Peluang
Dengan tubuh penuh luka, Simon merangkak ke dek dan segera dibawa ke ruang medis. Tim medis yang selamat membersihkan luka bakarnya dan mengeluarkan empat serpihan peluru dari tubuhnya. Awalnya mereka tidak yakin Simon bisa bertahan sampai pagi.
Tapi Simon membuktikan dirinya tangguh. Setelah masa pemulihan, ia kembali bertugas, meski komandan barunya, Letnan Komandan John Kerans, tidak terlalu peduli padanya.
Perang Melawan Tikus Bernama "Mao Tse-tung"
Selama kapal tertahan di sungai, Amethyst dipenuhi tikus. Ini masalah serius karena persediaan makanan sedang sangat menipis. Simon pun bekerja keras membasmi tikus-tikus itu, sambil menjadi penghibur bagi para pelaut yang sedang tegang.
Prestasi paling terkenalnya adalah mengalahkan seekor tikus yang sangat galak, yang dijuluki awak kapal "Mao Tse-tung". Berkat aksinya, Simon dianugerahi pangkat Able Seaman alias pelaut kelas satu. Kutipan resmi pada pita kampanye Amethyst menyebut Simon seorang diri dan tanpa senjata memburu tikus pencuri makanan itu, serta membersihkan kapal dari hama sejak 22 April sampai 4 Agustus.
Satu-satunya Kucing Penerima Dickin Medal
Setelah Amethyst berhasil lolos dari Yangtze, Simon mendadak jadi selebritas. Namanya muncul di berita Inggris dan dunia.
Ia menerima Dickin Medal dari PDSA, badan amal hewan Inggris. Medali ini didirikan pada 1943 oleh Maria Dickin dan merupakan penghargaan tertinggi bagi hewan yang bertugas dalam konflik militer. Menurut PDSA, medali ini telah diberikan 75 kali sejak 1943 (ditambah satu medali kehormatan pada 2014), dengan penerima 38 anjing, 32 merpati, 4 kuda, dan hanya 1 kucing, yaitu Simon.
Selain itu, Simon juga mendapat medali Blue Cross dan medali kampanye Amethyst. Surat penggemar untuknya membanjir sampai ribuan. Saking banyaknya, seorang perwira, Letnan Stewart Hett, ditugaskan khusus sebagai "petugas kucing" untuk mengurus surat-surat Simon. Lucu sekaligus manis, ya?

Kedatangan HMS Amethyst di Malta, 18 Oktober 1949, dalam perjalanan pulang ke Inggris. Foto: Imperial War Museums, domain publik, via Wikimedia Commons.
Akhir Kisah yang Mengharukan
Di setiap pelabuhan yang disinggahi Amethyst dalam perjalanan pulang, Simon disambut dan diberi penghormatan. Sambutan khusus juga disiapkan untuknya saat kapal tiba di Plymouth pada November 1949.
Namun, seperti semua hewan yang masuk ke Inggris, Simon harus menjalani karantina dan dikirim ke pusat penampungan hewan di Surrey. Di sana ia terkena infeksi virus. Meski dirawat dan didoakan ribuan penggemar, Simon meninggal pada 28 November 1949 akibat komplikasi infeksi yang berkaitan dengan luka perangnya.
Ratusan orang, termasuk seluruh awak HMS Amethyst, menghadiri pemakamannya di Pemakaman Hewan PDSA Ilford, London timur.
Dikenang Sampai Sekarang
Simon tidak dilupakan. Sebuah semak ditanam untuk mengenangnya di Yangtze Incident Grove, National Memorial Arboretum, Staffordshire. Penulis Paul Gallico juga mempersembahkan novelnya, Jennie (1950), untuk Simon.
Kisah Simon mengingatkan bahwa hewan bisa punya peran besar di masa sulit, sama seperti kisah Wojtek, beruang yang jadi tentara Polandia.
Kamu punya kucing yang jago menangkap tikus atau suka tidur di tempat aneh? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu kucingmu calon "Simon" berikutnya!
Sumber: PDSA, halaman resmi "PDSA Dickin Medal" (pdsa.org.uk); Wikipedia, "Simon (cat)".

Comments
Post a Comment